LA Lights IndieFest, sebuah ajang kompetisi skill dan talent band indie tahun 2010 kali ini bertajuk Festive Sound 2010. Venue yang rencananya diadakan di Bumi Sangkuriang Bandung ini dipindahkan ke Sabuga beberapa hari sebelum acara(20 Maret 2010).Bahkan ketika saya beli tiketnya pas acaranya,masih tercetak lokasi yang lama 
Berangkat dari kostan sekitar jam setengah 4 sore. Saya harus melewati rimba jalanan Bandung yang macet parah pas jam-jam segitu. Setengah jam saya manuver dengan motor tua saya,sampailah saya di Sabuga a.k.a Sasana Budaya Ganesha.Di pintu gerbang,saya sudah dicegat calo calo tiket. “Mas,tiketnya abis mas,, 100 ribu aja mas”. Weleh, mahal kali. Tanpa berkata apapun saya ngacir ke parkiran meninggalkan calo calo tiket yang cari mangsa yang lain.
Sukses memarkirkan motor saya , saya ngacir ke tiket box.Khawatir juga sama yang dibilang calo tadi.Jangan-jangan habis beneran.Wah,bahayo.Ternyata eh ternyata masih ada tiket yang harganya setengah harga calo tadi
.

Memasuki pintu gerbang venue ,tas saya digeledah sejenak sama petugas.Deg deg plash juga karena saya gak tau boleh bawa kamera apa gak di festive sound ini.Gak nyampe 5 detik itu petugas meloloskan saya.Walah,ini meriksa tas apa cuman dilihat sekilas aja batin saya. Masuk ke dalam venue sudah ada beberapa band yang main namun sepi penonton.Penyebabnya utamanya adalah …

Hujan !
O ya , kedatangan saya ke sini sebenarnya pengen nonton live-nya backing vokal The Trees and The Wild.Band dari Jakarta dengan album barunya “Rasuk” yang merasuki saya dengan gitar akustik,reverb,perkusi,distorsi dan sedikit bumbu John Mayer .Kalo penasaran,langsung aja ke myspacenya The Trees and The Wild
. Karena mereka manggung masih 1 jam lagi, saya sempetkan waktu jeda itu bwt keliling ke stage yang lainnya.Total stage di sini ada 3,setau saya . Di stage 1 ( stage untuk band-band gahar) lagi main Burgerkill yang sedang mencabik cabik penontonnya yang sembari ber-pogo ria. Cool.

Burgerkill
Puas nonton burgerkill,saya beranjak ke stage 3 (indoor ). Disini lagi main DJ dari Jakarta yang kebetulan sebagian namanya sama dengan nama saya

Angger Dimas

masih di ruangan yang sama,band lain sedang siap-siap
Antara Stage 1 dan Stage 3 ini banyak booth baik dari sponsor dan dari beberapa band indie yang jual merchandisenya, salah satunya Efek Rumah Kaca.Ada juga booth tutorial mixing lagu,orang jualan sepatu,baju,dll.Yang paling rame adalah tempat poto poto dengan poster gedhe panjang yang bergambar band band yang tampil. ( apalah namanya itu tempat, saya gak tau
).
Puas jalan-jalan, saya kembali ke stage 2 dimana The Trees and The Wild akan main.Disana sudah diisi beberapa orang berpayung yang justru bikin panggungnya malah gak keliatan.Doh.Saya pun meringsek masuk dan akhirnya bisa ke barisan depan. Tepat disamping official kamera Festive Sound. 10 menit menunggu,saya mulai kehausan. Kebetulan di panggung ada aqua entah bekas mulut siapa .Ya sudah, tanpa ba-bi-bu saya minta tolong crew disana bwt ngambilin itu botol, hihi (FYI : antara panggung dan saya terhalang pager besi yang ditengahnya dipenuhi official crew). Tak lupa membaca doa saya tenggak itu air .Ternyata rasanya masih air putih,sukurlah.Beberapa saat kemudian masuklah personil The Trees and The Wild mempersiapkan alat.Wow,mata saya langsung tertuju ke Fender Telecasternya – Iga. Gitar yang saya idam-idamkan dari dulu tapi belum sempet beli karena belum ada dana ..wekeke
.
..dan show dimulai….

sebelum main

The Trees And The Wild

The Trees And The Wild

The Trees And The Wild

The Trees And The Wild

The Trees And The Wild
Total mereka memainkan 4 lagu : Berlin,Derau dan Kesalahan,Malino, Irish Girl. Menurut saya penampilan live mereka cukup memuaskan. Setidaknya untuk penampilan singkat dan agak dikejar waktu ( sepertinya
).Mungkin lebih ciamik kalo ditambah instument lainnya seperi piano,biola,dll.Saya juga kurang merasakan sindhenan suara Tamy sang backing vokal yang aduhai di beberapa lagu ( atau mungkin karena posisi saya di depan ? ah,, entahlah
).